Madinah Al Munawwarah
Umroh Promo – Madinah Al-Munawwarah adalah kota paling suci kedua bagi umat Islam setelah Makkah al-Mukarommah. Madinah berada di wilayah Hijaz, Arab Saudi. Sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, nama kota itu adalah Yatsrib. Ada yang berpendapat, nama Yatsrib berasal dari bahasa Ibrani atau Aram. Pendapat lain menyatakan, nama itu adalah sebutan bagi masyarakat Arab selatan. Daya tarik kota Madinah adalah adanya Masjid Nabawi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Hal inilah yang menyebabkan jutaan orang berkunjung setiap tahunnya. Pada zaman masa Nabi Muhammad SAW kota Madinnah merupakan kota pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam.
Perjuangan-perjuangan Nabi Muhammad SAW menyebarkan ajaran Islam di kota Madinah ini tidak pudar hingga kini. Tempat-tempat bersejarah seperti Khondak, Jabal Uhud dan Mesjid Quba adalah tempat-tempat yang wajib dikunjungi bagi umat Islam. Di kota Medinah ini juga Nabi Muhammad SAW wafat dan dimakamkan.
Sebagai jamaah umroh atau haji biasanya kita akan diajak berziarah di kota Madinah, dan beberapa tempat tersebut antara lain:
RAUDAH
Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah ketika ditanya mengenai hadits:
مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
“antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga”
Beliau menjelaskan: “hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah dan beliau menilai hadits ini h
asan gharib dari Ali. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim dan selainnya dari jalan lain yang di dalamnya terdapat tambahan:
ومنبري على حوضي
‘dan mimbarku (kelak) akan berada di atas telagaku‘
Makna hadits ini menyatakan bahwa area tersebut (raudhah) memiliki kemuliaan dan keutamaan. Barangsiapa yang shalat di sana seakan-akan ia telah duduk di taman dari taman-taman surga. Sehingga menjadikan shalat yang dilakukan di sana berpahala banyak. Sebagaimana juga shalat di bagian masjid Nabawi yang lain dilipat-gandakan pahalanya 1000 kali dari shalat di masjid lain kecuali masjidil haram”
Raudah sendiri memiliki ciri khas yaitu Karpet yang berwarna hijau,. Dimana seluruh karpet di dalam Masjid Nabawi berwarna merah.
JANNATUL / MAKAM BAQI

Bangunan makam Al-Baqi’ yang dipercaya sebagai makam Hasan bin Ali dan Fatimah az Zahra, sebelum dihancurkan oleh golongan wahhabi pada 1926. Sekitar 10.000 jenazah dimakamkan di Baqi’, termasuk keluarga dan sahabat Nabi Muhammad. Dan bagi jamaah umrah atau haji yang meninggal maka akan di makamkan di Pemakaman Baqi
MASJID IJABAH

Ada tiga doa yang dipanjatkan, Doa pertama adalah Rasulullah memohon agar ALLAH SWT tidak membinasakan umat islam dengan kekeringan dan kelaparan. Doa ini langsung dijawab dan dikabulkan oleh ALLAH SWT SWT. Dalam doa keduanya, Rasulullah memohon agar ALLAH SWT tidak membinasakan umat islam dengan menenggelamkan. Doa ini juga dikabulkan ALLAH SWT. Doanya yang ketiga, Rasulullah juga berdoa agar permusuhan umatnya tidak terjadi antar sesama mereka namun di tolak atau ditunda oleh ALLAH SWT SWT Sehingga peperangan, fitnah, dan perselisihan terus berlangsung hingga Hari Kiamat nanti
MASJID QUBA

“Di Quba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah sambil menyanyikan nasyid thala’al badru’alaina. Beliau singgah di Quba selama empat hari, dan di waktu itu beliau memerintahkan untuk membangun Masjid bahkan Rasulullah ikut terlibat dalam proses pembangunannya,”
Masjid Quba juga memiliki keutamaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba kemudian salat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah” (Musnad Ahmad: 15981).
bukan berarti kewajiban ibadah umrahnya telah tertunaikan jika seseorang menjalankan salat di Masjid Quba. Siapa yang salat di Masjid Quba maka dia mendapatkan pahala setara dengan pahala umrah.
KEBUN KURMA

Disni Jamaah Umroh bisa mencicipi segala jenis kurma secara gratis bisa dimakan ditempat,.. dan tak perlu khawatir dengan kwalitas dan rasa karna kurma disini adalah kurma asli Madinah.
MASJID QIBLATAIN
Masjid Qiblatain adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.
Pada awalnya umat Islam melaksanakan shalat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerusalem/Palestina. Setelah turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.
Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144, yang artinya:
“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Setelah turunnya ayat tersebut di atas, berkata seseorang dari Bani Salamah, “Ketahuilah, sesungguhnya kiblat telah diganti,” maka mereka berpaling sebagaimana mereka menghadap kiblat, dan kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.
MASJID TUJUH
Satu dari beberapa tempat yang menjadi tujuan perziarahan jamaah haji dan umrah adalah Masjid Sab’ah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Khandak. Secara harfiah, Masjid Sab’ah berarti masjid yang berjumlah tujuh buah, yaitu sekelompok masjid-masjid dengan ukuran kecil dan jumlahnya mencapai tujuh buah. Masjid tersebut antara lain; Masjid Salman, Masjid Abu Bakr, Masjid Umar, Masjid Usman, Masjid Ali, Masjid Fatimah, dan Masjid Fath.
JABAL UHUD

Bukit Uhud atau Jabal Uhud ialah sebuah bukit berjarak 5 kilometer di sebelah utara Kota Madinah dengan elevasi keagungannya sekitar 1.077 meter di atas permukaan laut. Bukit ini selalu diingat oleh umat Islam sebab di lembah gunung ini pernah terjadi pertempuran besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriah (Maret 625 Masehi) yang mengakibatkan 70 pejuang Islam mati secara syahi, di antaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari AsaDullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin. Para syuhada tersebut dimakamkan di lokasi mereka gugur, di dekat Gunung Uhud.
MASJID AL GHUMAMAH

Itulah beberapa tempat bersejarah yang berada di kota Madinah yang menjadi tujuan ziarah Rombongan Jama’ah Umroh atau Jama’ah Haji.
jika ingin berkunjung dab berziarah di Kota madinah , dapatkan penawaran menarik kami dengan Program Umroh Promo 2023

