Pengawasan terhadap penyeberangan perjalanan umroh di Arab Saudi terus diperketat. Pemerintah setempat kembali menjatuhkan sanksi tegas dengan menghentikan sementara operasional suatu perusahaan umrah dan jaringan agen luar negerinya. Langkah ini diambil setelah perusahaan tersebut terbukti menuntarkan jemaah tanpa fasilitas penginapan yang layak, Minggu (28/12/2025).
Kasus tersebut menjadi bukti keseriusan otoritas Arab Saudi dalam menindak penyedia layanan umrah yang melanggar kesepakatan perjalanan. Pemerintah menetapkan, perlindungan terhadap jemaah merupakan prinsip utama yang tidak bisa ditawar.
Akomodasi Tak Tersedia, Siap-siap kontrak dicabut
Berdasarkan keterangan resmi Saudi Press Agency (SPA), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengungkapkan bahwa perusahaan tidak menyediakan hotel bagi jemaah, padahal akomodasi tersebut tercantum dalam kontrak perjalanan yang telah disepakati.
Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah jemaah tiba di Tanah Suci tanpa kepastian tempat tinggal. Kondisi ini dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap regulasi layanan umrah serta aturan perlindungan jemaah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
“Kebijakan ini diambil untuk menjamin hak jemaah, mencegah pelanggaran serupa terulang, dan menjaga standar layanan umrah tetap optimal,” demikian pernyataan resmi Kementerian Haji dan Umrah.
Atas pelanggaran tersebut, otoritas Saudi langsung memproses sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku terhadap perusahaan dan mitra internasionalnya.
Pengawasan ditingkatkan agar para jemaah dapat fokus pada ibadah umrah mereka.
Pengawasan ini menambah daftar penindakan sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, pada bulan Juni lalu, ada tujuh perusahaan umrah juga dikenakan sanksi karena gagal menyediakan layanan transportasi bagi jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa langkah tegas ini merupakan bagian dari sistem pengawasan berkelanjutan untuk memastikan seluruh penyelenggara umrah menjalankan kontrak secara profesional , transparan , dan bertanggung jawab.
Kebijakan tersebut sejalan dengan agenda Visi Arab Saudi 2030 yang menargetkan peningkatan kualitas layanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan bahwa kualitas pelayanan adalah batas mutlak yang tidak boleh dilanggar. Seluruh perusahaan umrah diimbau mematuhi regulasi serta memenuhi seluruh fasilitas sesuai perjanjian agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan tenang.
Langkah tegas ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus menjaga kepercayaan umat Islam terhadap penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi.
“Sesungguhnya rumah (ibadah) yang mula-mula dibangun untuk manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali ‘Imran: 96).
🔷 Shalat satu kali di Masjidil Haram nilainya seperti shalat 100.000 kali di masjid lain.
Dalil:
“Salat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1.000 salat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan salat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 salat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
🔷 Masjidil Haram adalah arah kiblat seluruh umat Islam saat shalat.
“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram…” (QS. Al-Baqarah: 144).
✅ Berapa luas tanah dan bangunan masjidil haram?
Luas Masjidil Haram saat ini terdiri dari dua aspek utama:
▪ Luas Tanah (Lahan) Masjidil Haram. Sekitar 400.000 meter persegi (400 hektar).
Termasuk pelataran luar, jalan akses, dan area proyek perluasan terbaru.
▪ Luas Bangunan Masjidil Haram. Luas bangunan utama (termasuk lantai bawah, atas, mezzanine, dan rooftop): sekitar 356.800 meter persegi.
Bangunan bertingkat yang digunakan untuk shalat tersebar di berbagai area, termasuk area mataf (tawaf), sa’i (Shafa-Marwah), dan mas’a yang juga bertingkat.
✅ Berapa kapasitas masjidil haram saat ini?
Setelah berbagai proyek perluasan, kapasitas Masjidil Haram telah meningkat secara signifikan.
Perluasan fase ketiga yang baru saja selesai memungkinkan masjid ini menampung hingga 2 juta jamaah.
Selain itu, area mataf (tempat tawaf) telah diperluas hingga 12.350 m², memungkinkan kapasitas hingga 107.000 jamaah per jam tawaf.
✅ Berapa biaya pembangunan masjidil haram?
Biaya pembangunan dan perluasan Masjidil Haram sangat besar karena proyek ini dilakukan dalam beberapa tahap dan mencakup teknologi modern, infrastruktur besar, serta pengadaan lahan di sekitar kawasan suci.
▪ Proyek Perluasan Terbesar (Era Raja Abdullah dan Raja Salman)
Perkiraan biaya: Lebih dari 100 miliar riyal Saudi (sekitar USD 26,6 miliar atau Rp 400 triliun).
Proyek ini mencakup:
– Perluasan area tawaf (lantai mataf). – Pembangunan bangunan baru bertingkat. – Sistem pendingin dan ventilasi canggih. – Terowongan, eskalator, dan lift modern. – Infrastruktur jalan, terminal bus, serta jalur kereta (Haramain Express).
▪ Total Investasi Sejak Zaman Raja-Raja Saudi.
Jika dihitung sejak awal modernisasi (zaman Raja Abdul Aziz hingga sekarang), total biaya pembangunan dan renovasi Masjidil Haram bisa mencapai lebih dari 150 miliar riyal Saudi (sekitar Rp 600 triliun).
Proyek ini tidak hanya berfokus pada masjid saja, tapi juga penataan kota Makkah secara keseluruhan: hotel, fasilitas jamaah, sistem keamanan, dan layanan kesehatan.
✅ Berapa kebutuhan listrik Masjidil haram? Buat apa saja?
Masjidil Haram di Makkah memiliki kebutuhan listrik yang sangat besar untuk mendukung operasionalnya yang berlangsung 24 jam sehari dan melayani jutaan jamaah.
Berdasarkan laporan dari TV Saudi Al Ekhbariya, masjid ini mengonsumsi hampir 100 megavolt ampere (MVA) listrik setiap hari, dengan tagihan listrik bulanan mencapai sekitar 15 juta riyal Saudi (sekitar USD 4 juta atau Rp 66 miliar).
Konsumsi energi yang tinggi ini disebabkan oleh berbagai fasilitas canggih yang tersedia di Masjidil Haram, antara lain:
– Sistem audio dengan lebih dari 8.000 speaker – Lebih dari 120.000 unit lampu penerangan – Sistem pendingin udara berkapasitas 155.000 ton – 883 unit pendingin ruangan – 4.323 kipas ventilasi dan misting (penyemprot butiran air halus) – 519 eskalator – Lebih dari 8.000 kamera pengawas (CCTV).
Semoga menambah wawasan kita tentang Masjid terbaik dan terbesar dan termulia bagi semua kaum Muslimin.
Sewarna – Ibadah Penuh Makna dan Transformasi Diri
Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik, finansial, maupun perjalanan. Namun, lebih dari sekadar kewajiban, haji adalah perjalanan spiritual yang mengandung makna mendalam dan mampu memberikan transformasi diri bagi setiap orang yang melaksanakannya.
Haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga sebuah perjalanan batin yang mengubah cara pandang dan mendekatkan seorang Muslim kepada Allah SWT. Setiap langkah yang diambil di tanah suci adalah kesempatan untuk membersihkan hati, menghapus dosa, dan memperbarui niat serta tekad dalam menjalani kehidupan.
Dengan melaksanakan haji, seorang Muslim tidak hanya mengikuti serangkaian ritual, tetapi juga merasakan pengalaman luar biasa yang memperkuat keimanan dan ketakwaan. Di antara momen paling signifikan adalah saat berada di Arafah, di mana setiap jamaah berkumpul, merenung, berdoa, dan memohon ampunan serta keberkahan kepada Tuhan.
Makna Ritual-ritual Haji
Setiap ritual dalam ibadah haji mengandung pesan moral yang dalam dan bisa dijadikan pelajaran hidup:
Ihram: Mengawali perjalanan dengan mengenakan pakaian ihram adalah simbol kesederhanaan dan pengabaian status duniawi. Semua jamaah, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau etnis, mengenakan pakaian yang sama, mengingatkan kita bahwa di hadapan Allah, semua manusia adalah sama.
Tawaf: Ritual tawaf, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, melambangkan siklus kehidupan manusia yang selalu berputar mengarah kepada Allah. Ini juga mengingatkan kita untuk selalu berfokus pada tujuan hidup yang hakiki.
Sa’i: Menyusuri bukit Safa dan Marwah berulang kali mengingatkan kita pada perjuangan Hajar yang mencari air untuk anaknya, Ismail. Ritual ini mengajarkan kita tentang kesabaran, ketekunan, dan pengharapan, serta mengingatkan kita untuk tidak pernah putus asa dalam mencari rezeki dan berkah dari Allah.
Mabit di Mina: Menginap di Mina dan melempar jumrah menjadi pengingat akan perjuangan Nabi Ibrahim dan keluarganya dalam menghindari godaan setan. Ini adalah simbol untuk membuang jauh-jauh segala bentuk keburukan dan godaan duniawi, serta menguatkan tekad untuk selalu berada di jalan yang benar.
Kurban: Penyembelihan hewan kurban setelah pelaksanaan ibadah haji adalah simbol kepatuhan dan pengorbanan. Seperti Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya demi ketaatan kepada Allah, kita diajak untuk siap berkurban demi kebaikan umat dan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Haji sebagai Sarana Pembersihan Diri
Salah satu aspek yang sangat mendalam dari ibadah haji adalah kemampuannya untuk membersihkan hati dan pikiran. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang penuh dengan godaan, ibadah haji memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk menanggalkan segala hal duniawi dan fokus pada hubungan dengan Tuhan.
Haji mengajarkan kesederhanaan. Saat melakukan tawaf, tidak ada perbedaan antara yang kaya dan yang miskin, antara yang terkenal dan yang biasa saja. Semua jamaah berdiri sama di hadapan Allah. Proses ini mengingatkan kita bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan yang lebih penting adalah amalan kita di hadapan Tuhan.
Transformasi Diri Setelah Haji
Bagi banyak orang, melaksanakan haji adalah momen yang merubah kehidupan mereka secara keseluruhan. Haji tidak hanya memberikan pengalaman spiritual, tetapi juga membuka mata hati seseorang terhadap nilai-nilai kehidupan yang lebih dalam. Banyak jamaah yang merasa bahwa setelah kembali dari haji, mereka menjadi lebih sabar, lebih tawakal, lebih peduli pada sesama, dan lebih bertanggung jawab dalam menjalani hidup sehari-hari.
Haji juga menjadi pengingat untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Proses ibadah yang panjang dan penuh tantangan ini mengajarkan kita untuk lebih menghargai setiap detik hidup dan segala pemberian Tuhan. Haji membuat kita lebih menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ibadah haji lebih dari sekadar sebuah kewajiban agama. Ia adalah perjalanan spiritual yang penuh makna, yang mengajak setiap Muslim untuk memperbaharui niat, membersihkan hati, dan menguatkan ikatan dengan Allah. Melalui ritual-ritualnya, haji mengajarkan kesederhanaan, ketekunan, dan pengorbanan, yang akan terus menginspirasi perjalanan hidup seseorang setelah kembali dari Tanah Suci.
Haji bukan hanya ibadah fisik yang menyatukan umat Islam dari seluruh penjuru dunia, tetapi juga sebuah kesempatan untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, dan kembali kepada fitrah sebagai hamba Allah yang sejati.
Semua Bisa Umroh: Membuka Peluang bagi Setiap Umat Muslim
Umroh adalah ibadah yang sangat didambakan oleh setiap umat Muslim. Berbeda dengan haji yang hanya dilaksanakan pada waktu tertentu, umroh bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Meskipun umroh termasuk ibadah yang mulia, banyak yang merasa terbatas untuk melaksanakannya karena faktor biaya, kesehatan, dan logistik. Namun, saat ini, semakin banyak peluang yang memungkinkan umat Muslim untuk melaksanakan ibadah ini. Artikel ini akan membahas berbagai cara agar semua umat Muslim bisa melakukan umroh.
1. Pemahaman Dasar tentang Umroh
Umroh adalah ibadah yang terdiri dari serangkaian ritual yang dilakukan di tanah suci Mekkah, yang meliputi niat, tawaf (berkeliling di Ka’bah), sa’i (berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah), dan tahallul (memotong rambut). Meskipun tidak wajib seperti haji, umroh tetap merupakan ibadah yang sangat bernilai dan memiliki keutamaan besar dalam agama Islam.
2. Biaya Umroh yang Terjangkau
Salah satu kendala utama bagi banyak orang dalam melaksanakan umroh adalah biaya. Namun, sekarang semakin banyak agen perjalanan umroh yang menawarkan paket dengan berbagai harga. Paket-paket ini dapat disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki, mulai dari yang ekonomis hingga premium. Beberapa cara untuk mengurangi biaya adalah dengan mencari promo, menggunakan program pembiayaan, atau mengikuti program tabungan umroh.
Tabungan Umroh: Banyak bank dan lembaga keuangan kini menyediakan fasilitas tabungan khusus umroh, yang memungkinkan umat Muslim menyisihkan dana secara berkala hingga cukup untuk biaya perjalanan. Program ini bisa membantu mereka yang mungkin belum mampu membayar seluruh biaya umroh sekaligus.
Paket Hemat: Beberapa travel agen juga menawarkan paket hemat yang mencakup akomodasi dan transportasi yang terjangkau. Dengan memilih paket hemat, jamaah umroh dapat tetap melaksanakan ibadah tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
3. Bantuan dari Pemerintah dan Organisasi Sosial
Di beberapa negara, termasuk Indonesia, pemerintah dan berbagai organisasi sosial sering memberikan bantuan atau program umroh bagi masyarakat yang kurang mampu. Beberapa program tersebut menawarkan biaya umroh yang lebih murah, bahkan ada yang menyediakan subsidi bagi calon jamaah yang terpilih.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, juga berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah umroh dengan memperbaiki regulasi dan memastikan keamanan serta kenyamanan selama pelaksanaan ibadah. Salah satu bentuk dukungan ini adalah melalui berbagai kerja sama dengan travel umroh yang terdaftar dan terjamin keamanannya.
4. Memanfaatkan Teknologi untuk Mempermudah Proses Umroh
Kemajuan teknologi juga mempermudah umat Muslim untuk merencanakan dan melaksanakan ibadah umroh. Berbagai aplikasi dan situs web kini menyediakan informasi lengkap tentang umroh, mulai dari pemilihan paket umroh hingga panduan ibadah secara online.
Selain itu, beberapa platform digital juga menyediakan layanan pembayaran secara cicilan atau menyicil biaya umroh menggunakan aplikasi keuangan. Dengan demikian, umat Muslim bisa lebih mudah mempersiapkan dan melaksanakan umroh.
5. Kesehatan dan Persiapan Fisik
Salah satu faktor yang bisa menghambat niat seseorang untuk berangkat umroh adalah masalah kesehatan. Kondisi fisik yang kurang mendukung bisa menjadi kendala, namun hal ini bisa diatasi dengan persiapan yang matang.
Sebelum berangkat, calon jamaah umroh disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengikuti program kebugaran untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika seseorang memiliki penyakit tertentu, seperti diabetes atau hipertensi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran terkait obat-obatan yang harus dibawa dan bagaimana mengelola kondisi tersebut selama berada di tanah suci.
6. Berbekal Niat dan Kesungguhan
Meskipun ada berbagai kendala dalam melaksanakan umroh, yang terpenting adalah niat yang tulus dan kesungguhan dalam beribadah. Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang sebelumnya merasa tidak mampu kini bisa berangkat umroh dengan cara yang tidak terduga. Semua ini berkat niat yang kuat dan usaha yang tidak kenal lelah untuk mencapai tujuan.
Bagi umat Muslim, berangkat umroh bukan hanya soal melakukan perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Ibadah ini memberi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan hati, dan memperbaiki diri. Oleh karena itu, niat yang tulus dan kesungguhan adalah kunci utama dalam mewujudkan impian untuk menunaikan umroh.
7. Kesimpulan
Saat ini, siapa pun bisa melaksanakan ibadah umroh. Dengan berbagai kemudahan yang ada, baik dari segi biaya, program sosial, dukungan pemerintah, maupun teknologi, kesempatan untuk melaksanakan umroh semakin terbuka lebar bagi setiap umat Muslim. Yang terpenting adalah memulai dengan niat yang kuat, mempersiapkan diri dengan baik, dan menjaga kesungguhan dalam beribadah.
Umroh adalah perjalanan yang sangat berarti, dan dengan ikhtiar serta doa, insya Allah semua umat Muslim dapat melaksanakan ibadah ini, baik di masa sekarang maupun di masa depan.
SEWARNA TRAVEL – Pemerintah Arab Saudi mengizinkan jemaah beribadah umrah dengan visa turis. Bahkan, seperti dilansir gulfnews, Kementerian Haji dan Umrah Saudi merilis aturan mengenai umrah, di mana jemaah bisa memakai visa kunjungan, pariwisata, hingga tenaga kerja.
Meski begitu, nyatanya kebijakan tersebut tidak sepenuhnya bisa diakses khususnya bagi jemaah umrah asal Indonesia. Banyak kasus ditemukan bahwa pemegang visa turis dengan tujuan umrah mengalami kesulitan untuk terbang ke Arab Saudi karena terbentur dengan regulasi yang berbeda dengan maskapai penerbangan maupun aturan Pemerintah.
Atas hal ini, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Muhammad Firman Taufik menghimbau agar para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) khususnya mereka yang merupakan anggota HIMPUH agar memahami dengan cermat dan mentaati prosedur serta kebijakan yang berlaku terkait visa resmi yang dapat digunakan untuk Umrah.
Firman meminta PPIU anggota HIMPUH sebaiknya menggunakan visa umrah untuk keberangkatan grup jemaah asal Indonesia dan tidak menggunakan visa turis. Hal ini karena visa umrah lebih sesuai/dikenal secara regulasi dengan semua maskapai penerbangan, aturan pemerintah Indonesia hingga aturan Imigrasi Arab Saudi. Sehingga menghindarkan PPIU dengan grup jemaah umrah terhindar dari masalah-masalah yang diinginkan.
“Jadi saya menghimbau agar PPIU anggota HIMPUH lebih baik menggunakan visa umrah untuk jemaah dari pada visa turis. Visa Turis memang dapat digunakan untuk Umrah, namun masih terbatas bagi pemegang visa UK, USA, Schengen valid (dan masih berlaku) dan 1 derajat garis keturunan sah (anak, suami/istri, orangtua kandung, saudara kandung), namun belum semua maskapai yang memiliki rute tujuan Umrah memahami regulasi baru ini,” kata Firman kepada himpuhnews Selasa (23/04).
Ia menjelaskan bahwa Visa Turis diluar pemegang visa UK, US, Schengen yang valid (seperti disebut di atas) pada kenyataannya belum dapat dipakai untuk calon jamaah Umrah asal Indonesia, dan sudah terjadi penolakan oleh maskapai di bandara embarkasi Indonesia maupun bandara transit, serta sudah terjadi juga pemulangan kembali / deportasi jemaah yang sudah tiba di bandara Saudi.
“PPIU juga diharap memperhatikan batas akhir masa tinggal bagi pemegang visa Umrah nantinya. Karena berdasarkan regulasi pelanggaran atasnya beresiko mendapat denda, kurungan serta black list 10 tahun masuk Saudi,” tegas Firman.
Firman juga memprediksi bahwa akan terjadi perubahan besar terkait aturan dan kebijakan visa Umrah di musim umrah mendatang. Ia menambahkan bahwa belum lama ini juga Arab Saudi sudah merevisi aturan umrah untuk musim 1445H. Dimana ada 4 aturan baru/revisi yang diberlakukan.
Pertama Visa umrah berlaku khusus untuk keperluan ibadah di Tanah Suci dan dilarang digunakan untuk pekerjaan atau kegiatan non-ziarah lainnya.
Kedua, visa umrah berlaku selama tiga bulan sejak tanggal penerbitan, bukan dimulai setelah pemegang bisa masuk ke Arab Saudi. Aturan ini berbeda dengan ketentuan sebelumnya, yang mana visa berlaku sejak masuk Arab Saudi.
Ketiga, masa berlaku visa umrah tiga bulan sejak tanggal penerbitan dan hanya dapat digunakan hingga 15 Zulkaidah atau bertepatan 23 Mei 2024. Sebelum ada aturan ini, masa berlaku visa umrah yakni pada 29 Zulkaidah, kini dipangkas untuk mempersiapkan kelancaran musim haji 2024.
“Dimajukannya tanggal kedaluwarsa visa umrah dari 29 Zulkaidah menjadi 15 Zulkaidah adalah untuk kelancaran arus jemaah ke kota-kota suci Makkah dan Madinah dari seluruh dunia untuk ziarah tahunan haji.”
Sementara aturan keempat, jamaah umrah diminta meninggalkan Arab Saudi sebelum masa berlaku visa mereka habis.
Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi mengimbau para jemaah agar menggunakan visa umrah khusus untuk tujuan ziarah dan tidak boleh digunakan untuk pekerjaan atau kegiatan non-ziarah lainnya.
Mereka menekankan pentingnya mematuhi peraturan visa, terutama mengingat beberapa kasus penyalahgunaan visa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Jasa Badal umrah adalah ibadah umrah yang pelaksanaanya dilakukan oleh pengganti atau wakil bagi seseorang. Namun untuk melaksanakan Badal Umroh, harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan secara syar’i.
Hukum Badal Umroh ?
Islam mengatur dan mensyariatkan pelaksanaan badal haji dan badal umroh. Dalam Islam, hukum badal haji dan umroh atau mewakilkan ibadah haji dan umroh kepada orang lain adalah diperbolehkan, namun dengan syarat ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Hal ini didasarkan dari salah satu keterangan hadits dari seorang wanita dari suku Juhainah bertanya pada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam,
“Ibuku telah bernazar untuk haji tetapi ia meninggal dunia sebelum menunaikannya. Apakah aku boleh melakukan atas namanya?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab, “Boleh, berhajilah menggantikannya. Bagamana pendapatmu jika ibumu memiliki utang, bukankah kamu akan membayarnya? Bayarlah (utang) kepada Allah, karena Dia lebih berhak untuk dilunasi.” (HR Bukhari dan An Nasa’i).
Syarat Pelaksanaan Badal Umroh !
Badal umrah hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah pernah melakukan ibadah umrah sebelumnya.
Dalam melakukan badal umrah hanya bisa dilakukan untuk satu orang saja yang ingin dibadalkan umrahnya. Bila Anda ingin membadalkan dua orang, maka perjalanan umrah harus dilakukan dua kali.
Laki-laki dapat membadalkan umrah untuk wanita, begitu juga sebaliknya.
Orang yang dibadalkan umrahnya adalah orang yang sudah tidak mampu lagi melaksanakan umrah secara fisik, orang yang sedang sakit dan tidak ada kemungkinan untuk sembuh, dan orang yang sudah meninggal. Badal umrah tidak sah bila orang yang dibadalkan masih mampu beribadah dan berangkat ke Tanah Suci.
Berapa Biaya Jasa Badal Umroh?
Anda tak perlu khawatir, biaya Badal Umroh sangatlah terjangkau.
Dapatkan pembiayaan syariah yang sesuai Dewan Syariah Nasional MUI lewat AMITRA! Dengan AMITRA, Anda bisa mengajukan pembiayaan haji, umroh, pembiayaan emas secara syariah, atau bahkan pengajuan qurban dan aqiqah.AMITRA adalah layanan pembiayaan syariah dari FIFGROUP. AMITRA juga sudah diatur sesuai dengan fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional MUI serta diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan.Anda juga bisa mendapatkan layanan pembiayaan yang sesuai syariah untuk berbagai hal seperti:
Perjalanan umrohMelakukan ibadah umroh tentu saja menjadi impian umat Muslim. Dengan AMITRA, Anda bisa mendapatkan pembiayaan untuk melakukan ibadah umroh yang sesuai dengan syariah.Hanya dengan dokumen berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK), Anda bisa mengajukan pembiayaan untuk berangkat umroh! Tidak hanya itu, AMITRA juga memperbolehkan Anda untuk melakukan pembayaran angsuran setelah Anda pulang dari perjalanan umroh. Jadi, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mewujudkan impian Anda berangkat ke tanah suci.
Dokumen Pengajuan
Dokumen yang dibutuhkan dalam pengajuan kerjasama adalah :
KTP
Kartu Keluarga Pengurus
Slip Gaji (untuk karyawan)
Flow Pengajuan Pembiayaan
Urutan cara mengenai cara pengajuan pembiayaan AMITRA baik secara online & offline
Pengajuan Umroh
1. Pendaftaran
Pengisian aplikasi permohonan pembiayaan.
2. Approval
Proses verifikasi dokumen dan persetujuan permohonan pembiayaan.
Umroh menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan selagi menunggu antrean ibadah haji yang lama karena sistem kuota yang diberlakukan. Biasanya umroh berlangsung selama 9-15 hari. Maka, seringkali, umroh sering disebut sebagai haji kecil. Meski demikian, umroh juga perlu dipersiapkan dengan baik, termasuk mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa.
Dalam melaksanakan ibadah umrah tentunya kita perlu mempersiapkan perlengkapan umrah. Hal ini bertujuan supaya saat berada di tanah suci kita benar-benar sudah siap tanpa kebingungan lagi mencari- cari perlengkapan yang tidak terpikir sebelumnya. Oleh karena itu diperlukan pemikiran dan perencanaan yang baik bukan?
Perlengkapan umrah ini memang berbeda-beda antara perempuan, laki-laki, dan anak-anak. Dengan demikian perlengkapan seperti ini memang penting, sehingga perlu ketelitian dalam mempersiapkannya,terutama jika membawa anak yang masih balita. Dalam hal ini kita benar-benar harus detail dalam mempersiapkan perlengkapan untuk umrah, supaya menghindari ketidaknyamanan akibat anak rewel ditanah suci dan harus mencari-cari perlengkapan ditempat baru yang belum kita ketahui seluk- beluknya. tentu hal itu menjadi sangat merepotkan.
Perlengkapan Umroh Laki-laki
Berikut beberapa perlengkapan umroh laki-laki. Mulai dari kain ikhrom, Al-qur’an hingga alas kaki, berikut penjelasannya.
Kain Ihram
Kain ihram merupakan kain wajib bagi pria saat beribadah umroh dengan ketentuan terdiri dari dua lembar kain tanpa jahitan yang digunakan untuk menutup aurat bagian atas dan bawah.
Sabuk Ikhrom
Sabuk umroh digunakan untuk mengikat kain ihram supaya kuat dan tidak merosot. Jika sabuk ikhrom yang Anda gunakan bermodel dompet, bisa memanfaatkannya untuk menyimpan uang dan barang berharga lainnya milik Anda.
Baju Muslim dan Celana Bahan
Anda cukup membawa tiga potong baju muslim sesuai kebutuhan untuk digunakan selama beraktivitas di sana dan untuk dikenakan saat sholat di masjid. Sedangkan untuk celana bahan, Anda juga cukup membawa tiga potong saja sesuai dengan kebutuhan.
Memakai celana berbahan katun di tanah suci sangat bermanfaat dibandingkan bila Anda memakai celana jeans. Selain meminimalisir isi koper, celana bahan katun lebih adem digunakan untuk di daerah yang cukup terik.
Pakaian Tidur
Usahakan meskipun pakaian tidur, Anda harus tetap menggunakan pakaian tidur yang sopan dan nyaman dipakai. Anda hanya perlu membawa pakaian tidur secukupnya maksimal tiga potong sesuai dengan kebtuhan Anda selama beribadah umroh.
Sarung
Selain untuk peralatan sholat, sarung pun bisa digunakan sebagai selimut atau untuk alas yang lain sesuai dengan kebutuhan Anda.
Pakaian Dalam
Untuk pakaian dalam, juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda selama berada di tanah suci, siapkan setidaknya cukup untuk pemakaian selama tiga hari, sehingga mempunyai jarak waktu untuk mencuci pakaian dalam Anda.
Kaos kaki dan Sandal
Jika Anda merasa cuaca sedang panas atau mungkin dingin, kaos kaki menjadi barang yang sangat berguna dikala kedua cuaca tersebut. Untuk itu Anda bisa membawa minimal satu hingga dua pasang kaos kaki guna melindungi telapak kaki anda dari panas dan dingin nya cuaca di tanah suci.
Sedangkan untuk sandal, usahakan pakai yang senyaman mungkin untuk menghindari terjadinya luka atau lecet pada kaki akibat terlalu banyak berjalan.
Perlengkapan Mandi dan Kosmetik
Seperangkat alat mandi seperti handuk, sabun, shampo, pasta gigi dan sikat gigi yang wajib dibawa. Terkadang ada pihak hotel yang menyediakan adapula pihak hotel yang menyediakan handuk bersih saja yang bisa Anda pakai selama berada disana.
Kemudian pria juga bisa membawa kosmetik seperti pelembab wajah, dan lotion guna menjaga kulit anda dari paparan sinar matari mengingat cuaca disana yg cukup panas.
Obat-obatan Pribadi
Bawalah obat-obatan yang memang sekiranya biasa Anda gunakan, antisipasi jika Anda merasa sakit selama beribadah disana.
Kacamata dan Masker
Mengingat debu dan teriknya cuaca di sana sehingga kacamata dan masker boleh anda masukan kedalam list barang wajib yang harus anda bawa selama ibadah umroh. Tentunya kedua barang tersebut cukup berguna ketika Anda berpergian di tanah suci.
Buku Doa dan Al Quran
Bagi Anda yang masih sangat perlu menghafal beberapa doa selama beribadah umroh, sebaiknya membawa dan mengantongi buku doa agar ibadah Anda berjalan lancar.
Perlengkapan Umroh Perempuan
Berikut beberapa perlengkapan umroh perempuan. Mulai dari Mukenah, Al-qur’an hingga alas kaki, berikut penjelasannya.
Mukena
Perlengkapan pertama yang tidak boleh terlewatkan adalah mukena. Jemaah wanita bisa membawa dua mukena, sehingga mempunyai cadangan jika salah satunya terkena najis atau kotor.
Al Qur’an
Saat berada di kota suci Mekkah maupun Madinah, maka jemaah tentu ingin memperbanyak ibadah, salah satunya membaca Al Qur’an. Bawalah Al Qur’an yang lebih mudah dibaca dan dibawa kemana mana.
Pakaian ihram
Menurut buku Tuntunan Ibadah Haji dan Umrah Sesuai Sunnah Nabi SAW, karya Achmad Zuhdi Dh, wanita yang ihram diharuskan menutup auratnya, yakni seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan.
Saat sedang ihram, wanita tidak boleh mengenakan sarung tangan atau menutup wajahnya dengan niqab atau burqa. Dikutip dari buku Fiqih Sunnah Wanita karya Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim, wanita yang berihram boleh mengenakan pakaian yang disenanginya dan tak ada syarat khusus akan warna tertentu. Kamu bisa membawa dua atau tiga baju.
Obat-obatan
Obat-obatan juga menjadi perlengkapan yang tak kalah penting. Bawalah obat yang sekiranya akan dibutuhkan saat perjalanan umroh. Biasanya, sebelum berangkat ke Mekah, jemaah melakukan check up ke dokter. Nah, Bawalah obat yang disarankan oleh dokter.
Peralatan Mandi
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Jadi, jangan lupa membawa peralatan mandi, misalnya shampi, sabun, sikat gigi hingga pembersih muka.
Tas Kecil
Tas kecil menjadi barang yang sangat berguna saat melakukan kegiatan umroh. Tas ini bisa diisi dengan uang, buku panduan umroh hingga doa-doa.
Alas kaki dan kaos kaki
Agar ibadah menjadi nyaman, gunakan alas kaki yang nyaman dan aman di kaki. Jangan gunakan alas kaki yang memiliki hak tinggi. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan kaos kaki untuk menghangatkan kaki saat cuaca sedang dingin.
Pembalut dan pantyliner
Pembalut dan pantyliner menjadi barang yang harus dibawa untuk berjaga-jaga selama beribadah. Pantyliner bisa digunakan untuk menghindari celana dalam terkena najis. Perempuan juga biasanya mengalami keputihan saat menghadapi banyak aktivitas. Untuk itu, gunakan pantylinr unruk kenyamanan dan kelancaran dalam beribadah umroh.
Masker dan Kacamata
Masker dan kaca mata dibutuhkan untuk melindungi wajah dari debu dan teriknya sinar matahari. Jemaah wanita bisa menggunakan masker dan kaca mata saat beribadah atau ziarah pada siang hari.
Baju sehari-hari
Pilih baju yang menyerap keringat. Jangan lupa juga untuk membawa baju syar’i yang menutup aurat dan longgar. Bawa juga baju tidur dengan lengan panjang. Dengan begitu, jika mau beribadah malam tak perlu mengganti baju lagi.
Pakaian dalam
Masing-masing wanita memiliki kebutuhan pakaian dalam yang tak sama. Jika seorang wanita sedang mengalami keputihan, maka sebaiknya membawa celana dalam lebih banyak.
Pelembab hingga Face Water Spray
Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan kulit selama menjalankan umroh. Gunakan lotion dan pelembab yang cocok untuk kulitmu. Selain itu, untuk antisipasi, bawa juga Face Water Spray. Jadi, kulit akan tetap lembab dan segar.
Perlengkapan Umroh Anak-Anak
Perlengkapan umroh untuk anak-anak tentu hampir sama dengan orang tua atau dewasa, untuk alat mandi dan lain-lainnya. Namun untuk anak-anak justru ada tambahan-tambahan yang lain seperti :
Susu dan Botol Susu
Susu adalah kebutuhan wajib bagi anak balita. untuk itu Anda harus mempersiakan kebutuhan si kecil agar tidak rewel selama beribadah
Makanan atau Camilan
Terkadang saat anak mulai tantrum atau rewel, salah satu yang bisa membuat mereka lebih tenang adalah makanan atau camilan. Anda bisa membawakan makanan kesuakaan anak-anak seperti kue, permen, coklat, dan lainnya
Pampers dan Tissue Basah
Untuk mempermudah aktifitas anak selama beribadah, pampers dan tissue wajib Anda sediakan sehingga tidak mengganggu aktifitas anak.
Stroller atau Kereta Dorong
Jika saat beribadah umroh Anda membawa buah hati yang masih kecil, stroller atau kereta dorong menjadi peralatan pilihan yang wajib dibawa. Sehingga bila nanti ketika sedang berziarah di Kota Mekkah atau Madinah bisa menggunakan stroller ini untuk menjaga energi anak.
Mainan
Anak-anak tentu akan merasa terhibur dengan mainan. Untuk meminimalisir anak bosan selama di perjalanan, Anda bisa menyediakan mainan. Tipsnya adalah membawa mainan yang baru, karena jika kamu membawa mainan yang lama bisa jadi anak sudah bosan memainkannya. Kalau mainan baru yang menjadi temannya tentu dia akan merasa semangat untuk memainkannya. Pilihlah mainan yang ukurannya tidak terlalu besar dan tidak mengeluarkan suara berisik agar tidak mengganggu orang lain selama di perjalanan.
Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi memiliki nilai pahala yang lebih utama dibandingkan dengan Masjid biasa.
Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama dari pada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Harom lebih utama dari pada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad)
Masya’Allah keindahan Masjidil Haram memesona mata, mendebarkan hati, dan membuat decak kagum. Segala doa dan harapan hati dapat ditumpahkan di dalam Masjid Suci yang di tengahnya terdapat Ka’bah.
Segala lelah, perih, sedih dapat segera sirna manakala kaum muslim usai sholat di dalamnya. Siapa saja yang meninggalkannya, ia pun merasa ingin kembali lagi.
Mari saatnya kita merencanakan untuk berkunjung ke Masjid Haram dalam rangka beribadah bersama keluarga tercinta bersama Sewarna Travel.
*Insya Allah, apabila sudah ada niat yang kuat dan kesungguhan yang mantap, Allah SWT akan memberikan rezeki dan kemudah
Umroh Promo – Madinah Al-Munawwarah adalah kota paling suci kedua bagi umat Islam setelah Makkah al-Mukarommah. Madinah berada di wilayah Hijaz, Arab Saudi. Sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, nama kota itu adalah Yatsrib. Ada yang berpendapat, nama Yatsrib berasal dari bahasa Ibrani atau Aram. Pendapat lain menyatakan, nama itu adalah sebutan bagi masyarakat Arab selatan. Daya tarik kota Madinah adalah adanya Masjid Nabawi yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Hal inilah yang menyebabkan jutaan orang berkunjung setiap tahunnya. Pada zaman masa Nabi Muhammad SAW kota Madinnah merupakan kota pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam.
Perjuangan-perjuangan Nabi Muhammad SAW menyebarkan ajaran Islam di kota Madinah ini tidak pudar hingga kini. Tempat-tempat bersejarah seperti Khondak, Jabal Uhud dan Mesjid Quba adalah tempat-tempat yang wajib dikunjungi bagi umat Islam. Di kota Medinah ini juga Nabi Muhammad SAW wafat dan dimakamkan.
Sebagai jamaah umroh atau haji biasanya kita akan diajak berziarah di kota Madinah, dan beberapa tempat tersebut antara lain:
RAUDAH
Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah ketika ditanya mengenai hadits:
“antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga”
Beliau menjelaskan: “hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Hurairah dan beliau menilai hadits ini h
asan gharib dari Ali. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Muslim dan selainnya dari jalan lain yang di dalamnya terdapat tambahan:
ومنبري على حوضي
‘dan mimbarku (kelak) akan berada di atas telagaku‘
Makna hadits ini menyatakan bahwa area tersebut (raudhah) memiliki kemuliaan dan keutamaan. Barangsiapa yang shalat di sana seakan-akan ia telah duduk di taman dari taman-taman surga. Sehingga menjadikan shalat yang dilakukan di sana berpahala banyak. Sebagaimana juga shalat di bagian masjid Nabawi yang lain dilipat-gandakan pahalanya 1000 kali dari shalat di masjid lain kecuali masjidil haram”
Raudah sendiri memiliki ciri khas yaitu Karpet yang berwarna hijau,. Dimana seluruh karpet di dalam Masjid Nabawi berwarna merah.
JANNATUL / MAKAM BAQI
Jannatul Baqi adalah pemakaman utama yang terletak di Madinah, berseberangan atau disisi selatan Masjid Nabawi di mana Nabi Muhammad dikuburkan. Di pemakaman ini banyak terdapat keluarga serta sahabat Nabi Muhammad yang dikuburkan. Jannatul Baqi berarti Taman Surga, juga dikenal dengan nama Baqi al-Gharqad. Baqi berarti tanah di mana akar pohon yang berbeda ditanam dan al-Garqhad adalah nama dari sebuah pohon berduri yang berlimpah di Baqi.
Bangunan makam Al-Baqi’ yang dipercaya sebagai makam Hasan bin Ali dan Fatimah az Zahra, sebelum dihancurkan oleh golongan wahhabi pada 1926. Sekitar 10.000 jenazah dimakamkan di Baqi’, termasuk keluarga dan sahabat Nabi Muhammad. Dan bagi jamaah umrah atau haji yang meninggal maka akan di makamkan di Pemakaman Baqi
MASJID IJABAH
Masjid Al Ijabah terletak di Jalan Malik Fahd, Madinah, sekitar 385m dari Pemakaman Baqi. Menurut sejarah, di masjid ini Nabi Muhammad SAW berdoa kepada ALLAH SWT yang terkait dengan nasib umat islam, dan langsung dijawab saat itu juga.
Ada tiga doa yang dipanjatkan, Doa pertama adalah Rasulullah memohon agar ALLAH SWT tidak membinasakan umat islam dengan kekeringan dan kelaparan. Doa ini langsung dijawab dan dikabulkan oleh ALLAH SWT SWT. Dalam doa keduanya, Rasulullah memohon agar ALLAH SWT tidak membinasakan umat islam dengan menenggelamkan. Doa ini juga dikabulkan ALLAH SWT. Doanya yang ketiga, Rasulullah juga berdoa agar permusuhan umatnya tidak terjadi antar sesama mereka namun di tolak atau ditunda oleh ALLAH SWT SWT Sehingga peperangan, fitnah, dan perselisihan terus berlangsung hingga Hari Kiamat nanti
MASJID QUBA
Masjid Quba adalah sebuah masjid yang terletak di tepi Kota Madinah, tepatnya 3 km di arah selatan Masjid Nabawi. Masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Di Quba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah sambil menyanyikan nasyid thala’al badru’alaina. Beliau singgah di Quba selama empat hari, dan di waktu itu beliau memerintahkan untuk membangun Masjid bahkan Rasulullah ikut terlibat dalam proses pembangunannya,”
Masjid Quba juga memiliki keutamaan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba kemudian salat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah” (Musnad Ahmad: 15981).
bukan berarti kewajiban ibadah umrahnya telah tertunaikan jika seseorang menjalankan salat di Masjid Quba. Siapa yang salat di Masjid Quba maka dia mendapatkan pahala setara dengan pahala umrah.
KEBUN KURMA
Bila memandang ke sebelah timur Masjid Quba yang berada sekitar 5 kilometer dari Madinah tampak sebuah perkebunan kurma yang memiliki luas areal sekitar 25 hektare. Kebun kurma tersebut menurut pemiliknya sudah dikelola secara turun-temurun. Bahkan kebun tersebut diyakini sudah ada sebelum nabi hijrah ke Madinah dari Mekkah. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW.
Disni Jamaah Umroh bisa mencicipi segala jenis kurma secara gratis bisa dimakan ditempat,.. dan tak perlu khawatir dengan kwalitas dan rasa karna kurma disini adalah kurma asli Madinah.
MASJID QIBLATAIN
Masjid Qiblatain adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.
Pada awalnya umat Islam melaksanakan shalat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerusalem/Palestina. Setelah turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.
Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144, yang artinya:
“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Setelah turunnya ayat tersebut di atas, berkata seseorang dari Bani Salamah, “Ketahuilah, sesungguhnya kiblat telah diganti,” maka mereka berpaling sebagaimana mereka menghadap kiblat, dan kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.
MASJID TUJUH
Satu dari beberapa tempat yang menjadi tujuan perziarahan jamaah haji dan umrah adalah Masjid Sab’ah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Khandak. Secara harfiah, Masjid Sab’ah berarti masjid yang berjumlah tujuh buah, yaitu sekelompok masjid-masjid dengan ukuran kecil dan jumlahnya mencapai tujuh buah. Masjid tersebut antara lain; Masjid Salman, Masjid Abu Bakr, Masjid Umar, Masjid Usman, Masjid Ali, Masjid Fatimah, dan Masjid Fath.
JABAL UHUD
” Jika kita hendak melihat bukit yang terdapat di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Bukit Uhud ialah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga’,” HR Bukhari.
Bukit Uhud atau Jabal Uhud ialah sebuah bukit berjarak 5 kilometer di sebelah utara Kota Madinah dengan elevasi keagungannya sekitar 1.077 meter di atas permukaan laut. Bukit ini selalu diingat oleh umat Islam sebab di lembah gunung ini pernah terjadi pertempuran besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriah (Maret 625 Masehi) yang mengakibatkan 70 pejuang Islam mati secara syahi, di antaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari AsaDullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin. Para syuhada tersebut dimakamkan di lokasi mereka gugur, di dekat Gunung Uhud.
MASJID AL GHUMAMAH
Masjid Ghumamah merupakan salah satu masjid peninggalan bersejarah di kota Madinah yang hampir wajib diketahui oleh peziarah Tanah Suci. Dinamakan Ghamamah (yang berarti awan), karena dalam satu riwayat ada sebuah awan yang menaungi Nabi Muhammad dari sinar matahari ketika salat di tempat ini. Riwayat lain menyatakan, dulu ada saat madinah dilanda musim paceklik dan kekeringan. Rasulullah SAW mengajak para sahabat dan penduduk sekitar untuk shalat istisqa’ (shalat minta hujan) di masjid Ghomamah. Tak lama kemudian datanglah mendung dan turunlah hujan. Maka dr itu masjid ini dinamakan Ghomamah.
Itulah beberapa tempat bersejarah yang berada di kota Madinah yang menjadi tujuan ziarah Rombongan Jama’ah Umroh atau Jama’ah Haji.
jika ingin berkunjung dab berziarah di Kota madinah , dapatkan penawaran menarik kami dengan Program Umroh Promo 2023
Sewarna Prima Travel
Assalamu'alaikum, dengan Sewarna Travel bisa di bantu ?